Selasa, 06 Agustus 2013

Seperti biasa



Pernahkan kamu merasa sedih??
Merasa dirimu sendiri???
Aku pernah
Merasa sedih dan sendiri
Ini sakit
Seperti mata yang tak bisa menutup
Perih
Berair
Dan kotor
Kalau begini, bukankah kita butuh kacamata untuk menutupinya??
Setidaknya untuk sementara
Mungkin….
Atau butuh paku biar rusak sekalian
Biar perih ini tak lama…
Sebentar
Pasti biasa setelahnya
Mungkinkah??
Aku bahkan masih ragu dengan caraku ini..
Sudahlah
Biarkan
Perih, berair dan kotor juga tak abadi
Ini pasti hanya sebentar juga
Menunggu saja sampai selesai
Pasti baik
Nanti
Jadi harus sabar
Percayalah………

*semangatmu bisa menambah semangat orang disekitarmu juga.
 and i belive it.



Aku di tanggal 9 bulan januari tahun 2013 
14.40 
cukup︣︢︣︢

Jumat, 21 Juni 2013

1 end and 2 continue (intinya sii udah nambah tua, berkurang umur didunia)


Sudah berakhir akhirnya..
Ini ujung dari angka 1 didepan..
Angka 2 yah?? Sudah bertambah tingkat 1 lagi sekarang..
Harusnya sudah gaboleh ngeluh lagi kan?
Gaboleh gampang marah lagi, trus tiba-tiba diem
Gaboleh gampang nangis lagi
Gaboleh ceplas-ceplos yang akhirnya bikin orang kesinggung
Gaboleh loh ya!!!!!?
Cari aset yang bener bener baik.
Cari bekal yang banyak buat di dunia setelah ini
Cari jodoh.. Hehe (masih belum saatnya tapi)
cari kebahagiaan
Apalagi yah??
Untuk sekarang yang penting belajar dan keluarga.
Ga muluk-muluk buat sekarang,,
Yang pening diberi kesehatan, selalu bersyukur dan (merem, trus mikir apa yang dipengenin sama ngucap dalam hati)



Minggu, 09 Juni 2013

Bagaimana Kabar Mimpimu?


J : Barang kali satu pintu terbuka. itu menunjukkan satu persatu mimpiku tergapai.. Aamiin.. :)
Y: Tadi tersumbat, mampet..
    tapi, sudah berjalan lagi dengan kereta tercepat dari yang cepat.
    lewati lorong gelap, tapi tak surut.
Z: Sampailah pada sebuah ruang
    ruang dimana tak terdengar adanya suara
    tapi penuh sesak. penuh aroma mereka yang kecil terus mengadakan generasi
R: Sedikit ragu tentang salah satu darinya.
    tapi sudah tidak lagi
    semua mimpi itu...
    sudah aku masukkan dalam tabung eppendorf
    kecil memang, tapi akan banyak saat keluar..
    sudah dibekukan
    jadi,, tak akan pernah ragu lagi
    tak lagi-lagi
S: Aku tak mau pusing untuk meragu..
    tak mau buang waktu
    seperti saat sentrifugasi, segala kegundahan
    biarkan dia memadat lalu menguap
    kering dan terbang bersama spora
    temukan langkah walau gelap
    masih ada sebatang korek api dengan spirtus
A: Akhirnya sudah dekat
    kenyataan bahwa mimpi ini akan terwujud
    setelah responsi mimpi kemarin
    sudah ternilai akhirnya
    sekarang tinggal menunggu,,
    mimpi ini menjadi preparat bagi pemimpi-pemimpi lain
B: Tidak ingin hanya menjadi kenangan
    apalagi tak berarti dan tak berbekas
    tetaplah hidup bersamaku ditempat yang sama dengan yang ku pijak
    kuharap kau dengar,
    sesungguhnya aku ingin kau berjuang dengan mimpiku
    bersamaku hingga menghadap pada-Nya yang besar



semangatsemangatsemangat
mimpiku.mimpimu.mimpikita.. 
(Febrian and Yasmin, 2013)

Jumat, 21 September 2012

Aku Tanpa-Mu Butiran Debu


Oleh: Irawati Yasmin
          Kring….kring….kring….kring.…kring….kring…
Ahh menyebalkan, alarm ini benar-benar menggangguku. Ini tidak hanya menggangguku tapi menekanku, sangat aku benci apapun tentang alarm.
Aku benci alarm, karena bagiku alarm sebuah pertanda buruk. Kedua orang tuaku tiba-tiba datang dengan ambulans saat mereka berencana pergi menjenguk nenekku di baturaden. Mereka bukan sengaja menumpang ambulans tapi mereka kecelakaan dan ambulans membawa mereka dalam keadaan tak bernyawa lagi. Bukankah ambulans memiliki alarm menyeramkan????
“Nga…….. kamu yang pasang alarm ya??”tanyaku sedikit berteriak pada adikku
“apa kak?aku ga tau, sungguh!!”aku bunga adikku
“trus siapa?? Ica?? dimana dia sekarang?? Sudah kabur duluan??” tanyaku lagi
“gatau kak, tadi di kamar kayanya” jawab bunga
Ya, setelah kepergian orang tuaku setahun silam, kini aku tinggal dengan 2 adikku. Bunga dan Risa (biasa ku panggil Ica) aku dan bunga beda 1 tahun, aku 19 dan bunga 18. Sedangkan aku dengan ica terpaut 6 tahun. Jadi agak susah memahami Ica karna perbedaan umur ini, dan dia memang tidak terlalu dekat denganku. Dia juga mengalami trauma yang sama sepertiku. Bedanya, dia menyukai alarm dan selalu menyalakan alarm yang ada dirumah sedangkan aku membenci dan selalu menghindari alarm. Sebenarnya, mungkin Icalah yang paling menderita. Pasalnya, saat kecelakaan itu dia ada bersama kedua orang tuaku. Menurutnya, alarm itulah penyelamatnya, karena saat itu ambulans yang membawa dia dan orang tuaku kembali kerumah. Keadaan keluargaku sekarang memang cukup menyedihkan, trauma pada Ica membuatnya sedikit aneh kadang biasa kemudian dengan tanpa sebab pasti menangis dan kadang juga tersenyum entah karena apa. Ica juga kambuh setiap melihat orang bergandengan tangan atau berpelukan, mungkin itu juga yang membuat kami begitu jauh. Aku tidak bisa menggandeng atau memeluknya ketika dia ketakutan, menangis atau tertawa sekalipun. Karena itu aku hanya bisa memarahinya agar dia berhenti menyakiti diri dan semua yang ada disekelilingnya.
***
 “kak asa…… ica ilang lagii”
“ilang gimana nga?? Tadi bukannya sama kamu??”
“sebenernya tadi pas keluar, Ica dibelakangku kak… ga lama pas aku nengok ke belakang, ica udah nggak ada.. hiks.. “
“ya udalah, ga mungkin juga ica tiba-tiba muncul kalo kamu nangis doang disini. Ayo mending kita cari ica. Kak asa yakin ica ngga bakal pergi terlalu jauh”
Aku sebenarnya tidak terlalu khawatir ica hilang, ini sudah terlalu sering seperti mandi dipagi dan sore hari, hilangnya ica itu seperti aktivitas tersebut. Sebuah rutinitas yang selalu ada disetiap hari pagi dan sore. “ya udalah, ga mungkin juga ica tiba-tiba muncul kalo kamu nangis doang disini. Ayo mending kita cari ica. Kak asa yakin ica ngga bakal pergi terlalu jauh”. “Ayo mending kita cari ica” kata ini merupakan kebohongan yang selalu aku katakan setiap ica hilang, aku tidak pernah mencari ica. Sama sekali tidak pernah. Aku tidak mencarinya bukan berarti aku tak peduli, tapi menurutku itu akan percuma dan hanya akan membuat lelah saja. Padahal 10 jam dari hilangnya ica dia akan kembali dan dia baik-baik saja. Jadi, bukankah lebih efektif untuk menunggu saja dirumah??.
Pagi menjadi siang dan kemudian menjadi malam. Malam juga akan kembali menjadi pagi dan begitu seterusnya. Tadi pagi tepat pukul 7 AM ica hilang dan sekarang sudah pukul 10 PM, artinya ica hilang sudah melebihi 10 jam. Aku benar-benar ngga menyangka akan seperti ini jadinya, ica sudah 15 jam hilang dan aku malah sibuk menonton drama korea favoritku dikamar tanpa mengkhawatirkan adik bungsuku yang belum juga kembali kerumah sampai malam selarut ini.
“awas aja ca ntar kalo pulang”
Sudah 39 jam ica hilang, sekarang aku benar-benar khawatir. 39 jam dan ini bulan juni, kata orang waktu dibulan juni lebih singkat daripada bulan lain dan sepertinya memang benar begitu. Sekarang 29 juni, beruntung juni akan berakhir dan semoga dengan berakhirnya juni juga ica akan kembali.
Juni benar-benar sudah berakhir tapi ica belum kembali. Sekarang sudah 519 jam ica hilang. Artinya sudah hampir 3 minggu ica hilang (sekarang 19 juli). Aku terus menyalahkan diriku, jika saja pada hari dimana ica hilang aku mencarinya bukan menunggunya mungkin ica tidak akan hilang sampai selama ini. Polisi tidak membantu banyak, mereka hanya menyebarkan info mengenai ica di acara-acara berita dan menempelkan pamflet di pusat-pusat keramaian.
Kring….kring….kring….kring.…kring….kring…
“ica……”
“ini bunga kak, ayo kita sahur kak”
“sahur??”
“iya kak, ini hari pertama puasa ramadhan”
“puasa?? ramadhan??”
“ya ampun kakak… iya, ayo cepetan bangun!!”
Hari pertama puasa?? Sejujurnya ini juga merupakan salah satu trauma yang aku alami setelah kecelakan orang tuaku “PUASA RAMADHAN”. Aku menyalahkan bulan ini untuk kecelakaan orang tuaku dan mungkin juga untuk hilangnya ica. Jadi, ini bukan bulan spesial untukku.
“kak, ada kabar dari kantor polisi ngga??”
“belum nga, kakak pasti nemuin ica. Tenang aja!!”
“ma’afin nga ya kak, ini gara-gara nga nggak  bisa jagain ica”
“udahlah, ica juga udah gede. Dia pasti baik-baik saja. Ica pasti kembali”
“tapi kak……….. ini udah lebih dari 10 jam, lebih banyak banget dari biasanya”
Bunga benar, ini lebih banyak banget dari biasanya. Kurasa ini lebih dari cukup untuk menjadi alasan aku membenci bulan ini. Ibu, ayah, dan sekarang ica pergi. Ini bukan bulan yang indah, seperti sebuah penyakit aku ingin menghindarinya, ingin menyembuhkannya.
***
Hari ke 24 dibulan ramadhan. Sudah kukatakan bahwa orang tuaku kecelakaan saat mereka berencana menjenguk nenekku di Baturraden. Ini tanggal yang sama ketika mereka pergi, tanggal 24 bulan ramadhan. Hari yang membuatku terjatuh hingga tak bisa bangkit, hari yang membuatku tenggelam dalam lautan luka yang begitu dalam, hari yang membuatku seperti tersesat sendiri tanpa tahu jalan kembali untuk pulang.
“kak asa…… ada telpon dari kampus kakak, katanya dari bagian kemahasiswaan”
“dari bagian kemahasiswaan? Apa katanya nga?”
“Cuma nyuruh kakak telpon balik atau nemuin bagian kemahasiswaan secepatnya”
“oo… ya udah, kakak pergi dulu ya nga”
“iya.. hati-hati dijalan kak”
“iya….”
Ica hilang sudah hampir 1 bulan, selama itu juga aku menghilang dari kampus. Ini pertama kalinya setelah ica hilang aku kembali ke kampus. Rasanya menyejukkan sekali disini, sangat nyaman.
“asa…”
“iya dev,, kenapa??”
“baru keliatan sa, kemana aja??”
“masa?? Ada kok.. btw ngga bareng risna??”
“iya, dia udah mudik dari zaman dulu kala. Aku masih disini untuk surat-surat acara besok”
“oo… semangat dev,, oy, aku ke bapendik dulu ya.. dahhh devi”
“iya.. kamu juga,, semangat ya!!”
“ok”
“tok..tok...tok… permisi pak..”
“iya, mba asa ya??”
“iya, pak”
“silahkan duduk dulu. Begini mba asa, mba tau kan ini kampus. Mana bisa mba seenaknya tidak masuk selama 1 bulan tanpa izin atau cuti”
“iya pak, saya tahu”
“mba asa tahu juga kan konskuensi dari itu”
“iya pak, saya tahu. Saya menerima konskuensi tersebut”
“yasudah kalo seperti itu, ini surat DO mba asa”
“iya pak terima kasih. Saya mohon pamit kalo begitu”
Tanpa menunggu selesai, aku bangkit dan keluar ruangan. Air mata ini hanya untuk ica, tidak untukku. Jadi aku tidak boleh menangis untuk ini. Sekarang bertambah 1 lagi hal tidak menyenangkan di tanggal 24 di bulan ramadhan. Ingin cepat-cepat rasanya meninggalkan hari ini.
***
Akhirnya 24 sudah berganti 25, aku tidak terlalu tertarik menunggu sampai berakhir 30. Yang aku pikirkan apakah ica benar-benar tidak akan kembali? Bagaimana nanti ketika aku bertemu ayah ibuku di syurga? Mereka pasti akan memarahiku. Tapi, Apakah mungkin aku ke syurga?
            Kring….kring….kring….kring.…kring….kring…
“nga...matiin dong alarmnya”
“ini ica kak,, ayo bangun… cepat sholat!!”
“ahh…mimpi lagi…”
“mimpi apa kak? Ayo sekarang waktunya!”
“ica???? Aaaaa…..sayang, ma’afin kakak ya… kamu kemana aja? Kakak kangen..”
“iya…iya…. Tapi ica ngga bisa nafas ni kak”
“oo…iya ma’af-ma’af”
“yaudah, sekarang ayo mandi trus sholat ied bareng”
“iya sayang,,, awas jangan pergi lagi!!!”
“siap”
Bukan mimpi lagi, ica kembali tepat di hari akhir ramadhan. Berarti bulan ini memang bulan yang indah, bulan penyembuhan semua lukaku dan luka ica. Terima kasih atas limpahan nikmat-Mu kali ini ya Allah, Ica kembali tidak dengan ambulans melainkan dengan jalan lain yang Engkau tentukan. Sampai saat ini aku masih belum tahu kenapa ica pergi kemarin. Tapi, hikmah untuk itu semua, aku dan ica kembali seperti dulu. Aku sudah bisa memeluk ica kembali, menggandeng tangannya kembali dan memasang alarm kembali. Terima kasih ya allah karunia-Mu melalui ica begitu indah. Aku, bunga, ica tanpa-Mu seperti butiran debu yang kapanpun bisa dengan mudah tertiup angin dan jatuh di tempat berbeda dan kondisi yang tidak sama. Terima kasih karena Engkau kembali menerbangkan butiran debu ini di tempat yang sama dan kondisi yang baik. 
 

Jumat, 06 April 2012

Sejenis Galau

ada hal yang kita tidak bisa tau meskipun sudah belajar....
ada hal yang ga harus orang tau....
ada marah yang tidak bisa dikeluarkan....
semuanya ada...
ini emosi jiwa yang tak bisa dirubah....
ada orang yang baik saat dia juga menerima kebaikan...hanya saat itu...
ada yang tak mau menerima kebaikan dari orang karena selalu menganggap kebaikan sebagai hutang...
ini beberapa jenis orang yang ada...
saat semua yang ada pada diri kita adalah yang buruk,,,
saat semuanya yang baik,,,,
saat semuanya berimbang,,,,
saat apapun itu....
yang baik adalah saat kita melakukan apapun yang baik menurut kita,dan orang2 yang terkait dengan kita....




ga tau jenis apa tulisan diatas,,,saat ini itu yang ingin saya tulis.....semacam curahan hati orang yang lagi dalam titik jenuh untuk yang kesekian kalinya...sejenis postingan galau..
ga punya temen curhat sekarang....jadilah nyampahnya disini... :)