Alhamdulillah sudah diizinkan Alloh untuk masih bernafas sampai sekarang..
sudah 21 sekarang loh ya, artinya sudah 3 setengah tahunan dapet KTP dan punya hak pilih buat milih presiden ntar :D
alhamdulillah dapet kado luar biasa dari Alloh dengan adanya si dede pradit,
bisa rada lebih sering mudik, udah bisa sedikit ga marah2, meskipun masih belum bisa move on dari ceplas-ceplosnya :D, sudah bisa sedikit banget masak (meskipun besoknya sering diare abis makan masakan sendiri :D), udah bisa tidur gelap, udah bisa terbang (ini asli becanda).
iya lupa, dini hari tadi sebenernya kebangun gegara pengen nonton abang2 yang lagi berjuang lawan ghana. haha, trus baru inget abang yonghwa juga lagi ulang tahun, jakarta juga, trus baru inget juga aku lahir dibulan dan tangggal yang sama kaya abang yong N jekardah.
pas nonton jerman serasa mereka2 semua berjuang buat ga kalah demi aku, dan mereka akhirnya beneran ga kalah mungkin biar akunya seneng (khayalan tingkat sedikit tinggi). sudahlah mimpinya
kembali ke 21,
sebenernya pengen balik ke rumah, biar emak bikinin nasi kuning pake kacang panjang, biar ketemu orang2 rumah pokoknya. tapi apadaya..
akhirnya, cuma bisa nulis beginian buat bilang terima kasih buat emak, bapak, mbakyu, mas, dede pradit, keluarga semuanya, sahabat2, teman2, dan semuanya yang mengenal diriku.
buat emak sama bapak, maap anakmu ini masih kaya bocah, masih belum bisa bikin bangga.
buat mbak, adik kecilmu ini ternyata lagi tumbuh lebih besar, maap selalu menyusahkan.
buat semuanya terima kasih masih mau mengenal diriku ini :)
pokoknya it's my day. jadi harus seneng ^ ^
Minggu, 22 Juni 2014
Selasa, 19 November 2013
mungkin "gelap"
bagaimana harusnya?
lampu yang biasa menyinari telah redup tak dapat diganti
bukankah kau tau, aku tak suka gelap
kupikir aku harus pergi
menjauh dari gelap
mencari sinar yang menghidupkan
menghidupkan siapa?
ya aku
gelap tak memberiku hidup
hanya sari-sari ketakutan yang ada
jadi tak ubahnya seperti mati
tak berkembang
hanya tidur
ya aku
memang seperti ini dalam gelap
takkan bisa
kenapa?
entah
jika aku tau, sekarang aku hidup
lampu yang biasa menyinari telah redup tak dapat diganti
bukankah kau tau, aku tak suka gelap
kupikir aku harus pergi
menjauh dari gelap
mencari sinar yang menghidupkan
menghidupkan siapa?
ya aku
gelap tak memberiku hidup
hanya sari-sari ketakutan yang ada
jadi tak ubahnya seperti mati
tak berkembang
hanya tidur
ya aku
memang seperti ini dalam gelap
takkan bisa
kenapa?
entah
jika aku tau, sekarang aku hidup
mungkin "aku"
rasanya semakin buruk..
tak ada lagi rasa manisnya coklat
tak ada lagi asamnya strawbery
tak ada lagi asinnya garam
tak ada
semua rasa itu lenyap
seketika,
entahlah jadi hambar semua
bahkan pahit pun tak ada lagi
tak ada rasa
jadi linglung
sinis juga.
aku
ya seperti itu jadiny
merasa sendiri
jadi merasa asing
apalah
yasudah
aku bingung
memang ini tak menentu
jadi begini
aneh
ya memang aneh
aku
tak ada lagi rasa manisnya coklat
tak ada lagi asamnya strawbery
tak ada lagi asinnya garam
tak ada
semua rasa itu lenyap
seketika,
entahlah jadi hambar semua
bahkan pahit pun tak ada lagi
tak ada rasa
jadi linglung
sinis juga.
aku
ya seperti itu jadiny
merasa sendiri
jadi merasa asing
apalah
yasudah
aku bingung
memang ini tak menentu
jadi begini
aneh
ya memang aneh
aku
Kamis, 19 September 2013
Untuk Emak
Mak...
Lihatlah anakmu ini yang sudah tambah tingginya
Yang bertambah pula lapang hatinya
Namun mak..
Anakmu ini sedang dirudung duka
Sedih hatinya, jatuh pula air matanya
Pasti kau ingin tahu kenapa bukan Mak?
Mak...
Anakmu ini tergores hatinya, terluka
Aku tahu kau pasti ikut bersedih bukan?
Mak...
Dengarkan saja curahanku, aku akan baik kemudian
Mak...
Anakmu ini sedang patah semangatnya
Hingga jatuh terkulai di tanah basah
Aku terlihat kotor mak
Menambah sakit dihati
Mak...
Anakmu ini sedang mencoba
Anakmu ini sedang menghapus air matanya
Mencoba bangun juga dari tanah basah ini
Menyiapkan air untuk mandi nanti
Mak...
Do'akan saja anakmu ini
Biar anakmu ini tak jatuh lagi
Tak menangis lagi
Tak terluka lagi
Dan tersenyum lagi denganmu
Mak...
Aku bahagia selalu karenamu
Ma'afkan kemarin aku menangis
Lihatlah anakmu ini yang sudah tambah tingginya
Yang bertambah pula lapang hatinya
Namun mak..
Anakmu ini sedang dirudung duka
Sedih hatinya, jatuh pula air matanya
Pasti kau ingin tahu kenapa bukan Mak?
Mak...
Anakmu ini tergores hatinya, terluka
Aku tahu kau pasti ikut bersedih bukan?
Mak...
Dengarkan saja curahanku, aku akan baik kemudian
Mak...
Anakmu ini sedang patah semangatnya
Hingga jatuh terkulai di tanah basah
Aku terlihat kotor mak
Menambah sakit dihati
Mak...
Anakmu ini sedang mencoba
Anakmu ini sedang menghapus air matanya
Mencoba bangun juga dari tanah basah ini
Menyiapkan air untuk mandi nanti
Mak...
Do'akan saja anakmu ini
Biar anakmu ini tak jatuh lagi
Tak menangis lagi
Tak terluka lagi
Dan tersenyum lagi denganmu
Mak...
Aku bahagia selalu karenamu
Ma'afkan kemarin aku menangis
Sabtu, 07 September 2013
belum ada judul
Hari ini, jangan
melamun lagi..
Nanti pagimu hilang tak
kembali
Malam ini, jangan tidur
terlalu larut..
Tidurlah saat mentari
belum lama pergi
Saat ini, coba lihatlah
lebih dekat apa yang ada
Disini….
Kedepan….
Tanpa suara….
Kemudian,,, Apa yang
dapat terlihat?
Hal yang biasa bukan?
Yang siap menghilang…
Lagi, lagi, dan lagi…
Tak usah bertanya
mengapa…
Bukankah sejak dulu
selalu sama?
Kertas kosong ini, akan
selalu penuh di ujung malam
Warna-warna baru
menyesakinya dengan senyum dan juga kebencian
Manakah yang lebih
banyak?
Semua juga takkan
pernah tahu…
Hingga nanti, saat
semua menuju keabadiannya
Langganan:
Postingan (Atom)